Pengajaran Hidup
*** Pelajaran Hidup ***
Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di
rumahnya.Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat
keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud
hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita
yang sholehah dan patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih
dahulu kepada suaminya,
“Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?”
Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeza dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab,
“Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!” Si wanita
terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia
berlalu dan kecewa.
Pada suatu hari,perniagaan lelaki ini jatuh
bangkrup.Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu,
kerana tidak serasi dengan istrinya, rumah tangganya menjadi hancur
sehingga terjadilah perceraian. Tak lama sesudah habis masa iddahnya
bekas istri lelaki yang diceraikan itu menikah lagi dengan seorang
pedagang di kota dan hidup berbahagia.
Pada suatu hari ketika
wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia
mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata
tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan
hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,
“Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?” Suaminya menjawab, “Berikan makan pengemis itu!”.
Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam
rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan hairan bertanya
kepadanya,
“Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis
kerana aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”.
Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih,
“Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh
menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu?
Dia adalah suamiku yang pertama dulu”. Mendengar keterangan istrinya
demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya,
“Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”.
Pelajaran Dari Ini Semua:
Di dunia ini tidak ada yang abadi, dunia bagaikan roda berputar, ada
kalanya di atas ada kalanya juga di bawah jadi kalau lagi di atas jangan
sombong dan takbur, memandang rendah orang lain yang nasibnya tidak
beruntung kerana boleh saja nasib berubah dan kita yang dulunya berpunya
dan berkuasa kini harus di bawah.
Buat yang sedang di bawah
pun harus tetap semangat, jangan cuma mengeluh pasrah kerana Tuhan tidak
akan merubah keadaan umatNya jika mereka tidak mau berusaha dan hanya
malas saja.
~LB~
No comments:
Post a Comment